Damkar Wakatobi Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Komala, Diduga Berasal dari Bara Api yang Tersisa
- account_circle Nurling Agustiani
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Salah satu titik kebakaran lahan di Desa Komala, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Foto: Dok. Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Wakatobi. (2/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WAKATOBI – Kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Komala, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (2/8/2026) malam. Peristiwa ini menjadi kebakaran berulang di lokasi yang sama dalam dua hari terakhir dan diduga dipicu oleh sisa pembakaran yang belum padam sepenuhnya.
Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Wakatobi menerima laporan kejadian pada pukul 22.23 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, satu unit mobil pemadam berkapasitas 3.000 liter bersama personel langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Sesampainya di lokasi, api masih membakar vegetasi dan terus merambat ke area lahan di sekitarnya. Berkat kerja cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 23.13 Wita.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Wakatobi, La Ode Moh Rahmat R, mengungkapkan proses pemadaman menghadapi kendala karena tidak seluruh titik api dapat dijangkau kendaraan operasional.
“Sebagian titik api berada di area yang sulit diakses kendaraan pemadam, sehingga personel harus melakukan pemadaman secara manual menggunakan metode swatter atau fire beater. Meski demikian, seluruh titik api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lain,” ujar La Ode Moh Rahmat R, Senin (3/8/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penyebab kebakaran masih dalam dugaan awal. Namun api diduga berasal dari sisa pembakaran lahan yang ditinggalkan sebelum benar-benar padam.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Jika memang terpaksa membakar, pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Kebakaran seperti ini dapat merugikan lingkungan, mengancam permukiman, dan menguras sumber daya petugas karena harus berulang kali melakukan pemadaman di lokasi yang sama,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (1/8/2026), Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Wakatobi juga menerima tiga laporan kebakaran lahan di kawasan Desa Komala. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya potensi kebakaran di wilayah tersebut sehingga diperlukan kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran terbuka.
Pemerintah melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Wakatobi mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mencegah kebakaran lahan dengan tidak meninggalkan bara api, puntung rokok, maupun sumber panas lainnya yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat cuaca kering.
- Penulis: Nurling Agustiani
- Editor: Redaksi Teluk Media

Saat ini belum ada komentar